Kenapa Keramik Lantai Rumah Terasa Licin? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

kenapa keramik lantai rumah terasa licin

Keramik merupakan salah satu material lantai yang paling banyak digunakan di rumah. Selain mudah dibersihkan, tampilannya juga tersedia dalam berbagai motif, warna, dan ukuran. Namun, ada satu masalah yang cukup sering dialami penghuni rumah, yaitu lantai keramik terasa licin ketika diinjak.

Kondisi ini mungkin terlihat sepele, tetapi bisa meningkatkan risiko terpeleset, terutama ketika lantai terkena air. Anak-anak, lansia, dan penghuni rumah yang sering berjalan tanpa alas kaki perlu lebih berhati-hati.

Lalu, kenapa keramik lantai rumah terasa licin, padahal permukaannya terlihat bersih? Ternyata, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya, mulai dari jenis finishing keramik hingga sisa sabun yang menempel di permukaan lantai.

Kenapa Keramik Lantai Rumah Terasa Licin?

Keramik yang licin tidak selalu disebabkan oleh kualitas material yang buruk. Terkadang, karakteristik permukaan, kondisi lingkungan, dan kebiasaan membersihkan lantai justru menjadi faktor utamanya.

Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui.

1. Permukaan Keramik Terlalu Halus dan Mengilap

Salah satu penyebab paling umum adalah jenis finishing keramik. Keramik glossy memiliki permukaan mengilap yang memberikan kesan bersih, modern, dan elegan.

Namun, permukaan yang sangat halus bisa menjadi lebih licin ketika terkena air. Kondisi ini sering ditemukan pada lantai ruang keluarga, dapur, kamar mandi, maupun area yang sering dilewati.

Bukan berarti semua keramik glossy pasti berbahaya. Tingkat kelicinan tetap dipengaruhi karakteristik material dan kondisi permukaannya.

2. Ada Sisa Sabun atau Cairan Pembersih

Pernah mengepel lantai, tetapi setelah kering justru terasa lebih licin? Bisa jadi penyebabnya adalah sisa cairan pembersih yang tidak terangkat sempurna.

Beberapa produk pembersih meninggalkan lapisan residu ketika digunakan terlalu banyak atau tidak dibilas sesuai petunjuk. Lapisan tersebut dapat membuat permukaan keramik terasa seperti berminyak.

Solusinya, gunakan cairan pembersih secukupnya dan ikuti petunjuk pemakaian. Jika lantai sudah terlanjur licin, bersihkan kembali menggunakan air bersih dan kain pel yang tidak terlalu basah.

3. Lantai Sering Terkena Air dan Kelembapan

Air yang tertinggal di permukaan keramik bisa mengurangi daya cengkeram antara telapak kaki dan lantai. Situasi ini semakin berisiko apabila keramik memiliki finishing yang halus.

Masalah tersebut sering terjadi di kamar mandi, area dekat wastafel, dapur, dan teras yang terkena hujan.

Jika rumah memiliki masalah kelembapan, sebaiknya jangan hanya berfokus pada lantainya. Perhatikan juga sumber air dan sirkulasi udara. Anda bisa membaca panduan tentang cara mengatasi rumah lembap tanpa renovasi.

4. Ada Lapisan Minyak dan Kotoran

Lantai dapur termasuk area yang rentan terasa licin karena sering terkena minyak goreng, sisa makanan, dan cipratan bahan masakan.

Lapisan minyak terkadang tidak terlihat jelas, terutama pada keramik bermotif atau berwarna gelap. Namun, ketika diinjak, permukaannya bisa terasa sangat licin.

Untuk mengatasinya, segera bersihkan tumpahan minyak menggunakan bahan pembersih yang sesuai dengan jenis keramik. Jangan hanya mengelapnya menggunakan kain kering karena minyak bisa menyebar ke area yang lebih luas.

5. Lumut dan Jamur Tumbuh di Permukaan Lantai

Keramik yang berada di area lembap dan kurang mendapatkan sinar matahari berpotensi ditumbuhi lumut atau lapisan organik lainnya.

Kondisi ini sering ditemukan pada teras, halaman, jalur menuju taman, atau area dekat saluran air. Selain membuat lantai terlihat kotor, pertumbuhan lumut juga dapat meningkatkan risiko terpeleset.

Bersihkan area tersebut secara berkala dan perbaiki sumber kelembapannya agar masalah tidak terus berulang.

Cara Mengatasi Keramik Lantai Rumah yang Terasa Licin

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah memilih cara penanganan yang sesuai. Tidak semua lantai licin membutuhkan penggantian keramik.

1. Bersihkan Keramik dengan Pembersih yang Tepat

Mulailah dengan membersihkan permukaan lantai menggunakan cairan pembersih yang sesuai rekomendasi produsen keramik.

Hindari penggunaan produk secara berlebihan. Bilas apabila petunjuk produk mengharuskannya, kemudian keringkan lantai sebelum kembali digunakan.

2. Gunakan Keset Antiselip

Tempatkan keset dengan bagian bawah antiselip di area yang sering basah, seperti depan kamar mandi, wastafel, dan pintu masuk rumah.

Pastikan keset tidak mudah bergeser ketika diinjak. Jangan menggunakan keset yang bagian bawahnya justru membuat lantai semakin licin.

3. Gunakan Lapisan Antiselip Khusus Keramik

Ada produk pelapis atau treatment antiselip yang dirancang untuk meningkatkan daya cengkeram permukaan lantai tertentu.

Namun, pemilihannya tidak boleh sembarangan. Pastikan produk kompatibel dengan jenis keramik dan ikuti petunjuk penggunaan. Sebaiknya lakukan pengujian pada area kecil terlebih dahulu.

4. Perbaiki Saluran Air dan Sumber Kebocoran

Jika lantai selalu basah, cari tahu dari mana air berasal. Periksa kebocoran pipa, sambungan wastafel, saluran pembuangan, dan kemiringan lantai.

Untuk kamar mandi, pastikan air dapat mengalir menuju lubang pembuangan dengan baik sehingga tidak menggenang terlalu lama.

Jenis Keramik yang Tidak Mudah Licin untuk Rumah

Jika berencana mengganti lantai, pemilihan material sebaiknya mempertimbangkan fungsi ruangan, bukan hanya tampilannya.

Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan antara lain:

Keramik Matte

Keramik matte memiliki tampilan tidak mengilap dengan karakter permukaan yang umumnya lebih bertekstur dibandingkan keramik glossy.

Jenis ini cocok dipertimbangkan untuk dapur, teras, dan area lain yang berpotensi basah. Namun, tetap periksa spesifikasi antiselipnya karena tidak semua keramik matte otomatis aman.

Keramik Bertekstur

Keramik bertekstur mempunyai permukaan yang dirancang memberikan daya cengkeram lebih baik.

Material ini bisa menjadi pilihan untuk kamar mandi dan area luar rumah. Perhatikan juga kemudahan membersihkannya karena kotoran terkadang lebih mudah tersangkut pada permukaan bertekstur.

Keramik dengan Spesifikasi Antiselip

Jangan hanya mengandalkan istilah matte atau kasar pada label produk. Periksa hasil pengujian ketahanan terhadap selip yang disediakan produsen.

Pastikan spesifikasinya sesuai dengan kondisi penggunaan, misalnya area basah, area kering, atau area yang sering terkena air.

Anda juga bisa mempertimbangkan pilihan material lain melalui artikel 7 jenis lantai yang cocok untuk rumah lembap agar awet dan tidak licin.

Tips Mencegah Lantai Keramik Menjadi Licin

Mencegah lantai licin sebenarnya tidak sulit jika dilakukan secara konsisten.

Berikut beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan:

  • Segera keringkan air yang tumpah di lantai.
  • Jangan menggunakan cairan pel terlalu banyak.
  • Bersihkan minyak dan sisa makanan secepat mungkin.
  • Pastikan ventilasi ruangan berfungsi dengan baik.
  • Gunakan keset antiselip pada area yang sering basah.
  • Bersihkan lumut secara berkala di area luar rumah.
  • Hindari penggunaan lilin atau produk pengilap yang meninggalkan lapisan licin.
  • Periksa kondisi keramik jika terdapat retakan atau permukaan yang mulai rusak.

Untuk area kamar mandi dan dapur, pemeriksaan rutin sangat penting karena kedua ruangan ini paling sering mengalami perubahan kondisi lantai akibat air dan aktivitas sehari-hari.

Kapan Keramik Lantai Perlu Diganti?

Tidak semua keramik licin harus langsung dibongkar. Jika penyebabnya hanya residu sabun, minyak, atau kotoran, pembersihan menyeluruh mungkin sudah cukup.

Namun, penggantian bisa dipertimbangkan apabila permukaan keramik memang tidak sesuai dengan kebutuhan ruangan, lapisannya rusak, atau penanganan antiselip tidak memberikan hasil yang memadai.

Pertimbangkan juga kondisi seluruh area sebelum melakukan renovasi. Jika lantai kamar mandi selalu tergenang, misalnya, mengganti keramik tanpa memperbaiki kemiringan lantai hanya akan menyisakan masalah yang sama.

Kesimpulan

Jadi, kenapa keramik lantai rumah terasa licin? Penyebabnya bisa berasal dari permukaan keramik yang terlalu halus, sisa cairan pembersih, air yang menggenang, minyak, hingga pertumbuhan lumut.

Cara mengatasinya perlu disesuaikan dengan sumber masalah. Mulai dari membersihkan lantai secara tepat, memperbaiki saluran air, menggunakan keset antiselip, sampai mengganti keramik apabila karakteristik materialnya memang tidak sesuai.

Yang paling penting, jangan hanya memilih keramik berdasarkan motif dan harga. Perhatikan juga keamanan permukaan agar lantai rumah tetap nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.